BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Sabtu, 26 Desember 2009

Renungan Akhir Tahun

Aku meminta kepada ALLAH untuk menyingkirkan penderitaanku.
ALLAH menjawab, Tidak.
Itu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya.

Aku meminta kepada ALLAH untuk menyempurnakan kecacatanku.
ALLAH menjawab, Tidak.
Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara.

Aku meminta kepada ALLAH untuk menghadiahkanku kesabaran.
ALLAH menjawab, Tidak.
Kesabaran adalah hasil dari kesulitan; itu tidak dihadiahkan,itu dipelajari.

Aku meminta kepada ALLAH untuk memberiku kebahagiaan.
ALLAH menjawab, Tidak.
Aku memberimu berkat, kebahagiaan adalah tergantung padamu.

Aku meminta kepada ALLAH untuk menjauhkan penderitaan.
ALLAH menjawab, Tidak.
Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian dunia dan membawamu mendekat padaKU.

Aku meminta kepada ALLAH untuk menumbuhkan rohku.
ALLAH menjawab, Tidak.
Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Aku akan memangkas untuk membuatmu berbuah.

Aku meminta kepada ALLAH segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.
ALLAH menjawab, Tidak.
Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal.

Aku meminta kepada ALLAH membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia mengasihiku.
ALLAH menjawab, Ahhh.. akhirnya kau mengerti.

Minggu, 20 Desember 2009

orang yang layak terbuang

wajah diam, sangar menerawang
menyingkap tabir cakrawala
tersendat kaku gemulai lemah
tak terbatas rasa jiwa bersila
apakah kau tahu perasaan itu?
hancur, remuk dan luluh lantak
terasa hati tersayat belati
serasa jasad terbakar amarah
tapi pada siapa?
aku hanya tertunduk dan kembali menerawang

kutatap poster wajah sang penguasa
dasi panjang bergelantungan
raga sehat wajah merona
senyum terlihat wajah penjilat

balik kupandang diriku
jauh……….dibawah tingkatan

kutarik poster itu
kuganti dasinya dengan dasi kupu-kupu
ku coreng moreng wajahnya seolah bulu
aku tertawa………………
ha..ha..ha..ha..ha..ha..
persis seperti preman banci

aku senang dapat menggantinya dengan yang asli
karena dunia tidak suka imitasi
aku terbentuk begini karena dia
dan aku suka……………….
ada orang sepertiku
pecundang dan gelandang dunia

cinta

tak terbantahkan
rasa ini begitu kuat mengalir dalam darah
mengisi tiap rongga tubuh yang kosong
kehadirannya tak bisa di elakkan
mencoba menjauhinya karena kekhawatiran
tapi semakin hanyut akan keindahannya

cinta
keajaiban apa yang kau hembuskan
hingga ku terbuai dalam belaianmu

Orang Malam yang mengharapkan Terang

..walau melewati jalan yang berbeda, tetapi tetap saja kita akan sampai di tempat yang sama.
dimana hati ini merasa sepi, takut dan bertanya-tanya.
apakah hidup ini suatu karunia ataukah ujian ?
kita kerap mengenang bila melewati jalan berliku.
sebiru apa langit dan laut pernah berwarna.
sekelam apa malam pernah menumpahkan resah kepadamu.
belumlah tentu kita akan menemukan tanda tanda, untuk mengenali diri sendiri, mengetahui misteri hidup ini.
hidup bukan hanya sebuah kampung yang dapat kita tinggalkan lalu kita pulang lagi.
kadang hidup ini sebuah penantian- tetapi bukan seperti di terminal atau di halte, dimana bus hanya menurunkan wajah-wajah asing.
di tempat ini, keramaian datang hanya sekejap, air matapun juga datang semusim sesekali.
hujan yang turun juga bukan selalu berkah.
kadang menyajikan cuaca buruk, demam, lalu kita tertidur. dan disaat bangun pagi, kita toh masih merasa kehilangan....

gundah

ungkapan kata selindung hasrat nan di hati
andainya ditafsir terserlah makna yang tersembunyi
kalimah cinta selongkar renungan dicipta,mungkinkah dibiar terdampar?
persoalan demi persoalan membelenggu akal dan fikiran
tidak ku temu jawaban

seandainya dapat kulari jauh pergi membawa diri,
sebenarnya langkah terkunci antara kasih dan juga asa